Search This Blog

Sunday, February 24, 2013

Panin Dana Maksima 302,27% lima tahun.



Reksadana besutan Panin cetak return ciamik

Reksadana besutan Panin cetak return ciamik
JAKARTA. Sejumlah reksadana saham dalam lima tahun terakhir mencetak return tinggi. Data Infovesta Utama menunjukkan, reksadana saham milik PT Panin Asset Management, yakni Panin Dana Maksima berhasil memberikan return hingga 302,27% dalam lima tahun.
Produk reksadana Panin lainnya bertajuk Panin Dana Prima juga memberikan return ciamik, yaitu mencapai 208,05%. Kemudian reksadana milik Corfina Capital bernama Grow-2-Prosper, berhasil mencetak return 126,23%. (lihat tabel)
Return sebesar itu jauh di atas kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebesar 71,48% pada periode yang sama. Praska Putrantyo, analis Infovesta Utama mengatakan, hasil investasi reksadana saham selama lima tahun lebih optimal ketimbang jangka waktu satu atau tiga tahun.
Hitungan Praska, minimal rata-rata kinerja bulanan yang disetahunkan (annualized return) untuk periode investasi selama satu tahun tercatat minus 56,76%. Minimal annualized return selama tiga tahun tercatat minus 1,28%. Sementara, minimal annualized return kurun waktu lima tahun sebesar 5,3%.
Di sisi lain, investasi dengan jangka waktu minimal lima tahun di reksadana saham mencatat tingkat risiko volatilitas yang relatif rendah. Praska memaparkan, rata-rata risiko fluktuasi nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) selama lima tahun sebesar 29,62%. Sedangkan untuk satu tahun sekitar 54,49% dan untuk tiga tahun sekitar 35,28%.
Rudiyanto, Head of Operation and Business Development PT Panin Asset Management, bilang, strategi investasi yang fokus pada saham-saham bervaluasi murah menjadi kuncinya. "Juga pada fundamental emiten," ujar dia.
Nama Reksadana SahamReturn 5 Tahun
Panin Dana Maksima302.37%
Panin Dana Prima208.05%
Grow-2-Prosper126.23%
Syailendra Equity Opportunity Fund116.58%
GMT Dana Ekuitas115.22%
Schroder Dana Istimewa94.77%
Batavia Dana Saham87.56%
Schroder Dana Prestasi Plus76.10%
BNP Paribas Pesona74.99%
Pratama Saham74.72%
IHSG71.48%

Tuesday, February 19, 2013

BLOGS.DISNEY



DISNEY MEET-CUTES ON A SCALE FROM 1 TO MAGICAL 

**blogs.disney.com

Sometimes you’re just making a wish into a well and BAM, true love. Other times, you’re sneaking into a tower and DOUBLE BAM, you meet the business end of a frying pan. But in the world of Disney Animated Classics, all roads lead to love. Let’s take a look at some of the memorable Disney meet-cutes.
Ariel and Prince Eric
Ariel Saves Prince Eric The Little Mermaid
Totally turning the “damsel in distress” trope on its head, ARIEL is the one who comes to Eric’s rescue in their first meeting. This wasn’t exactly a coincidence though; she was already pretty smitten when she happened to notice he needed saving. Still, we give their meet-cute a solid 8 for all of Ariel’s effort.
Rapunzel and Flynn Rider
Rapunzel meets Flynn Rider Tangled
Another fairly untraditional meeting, Rapunzel and Flynn are first introduced by their mutual friend, the frying pan. She’s already wary of strangers because of Mother Gothel, he’s on the run from the law; how could they NOT end up happily ever after? This meet-cute earns a 7, mostly because it’s so hilarious.
Snow White and Prince Charming
Snow White meets the Prince
This meet-cute is a true testament to the power of positive thinking. Snow White literally JUST wished for her true love to show up… and then he did. She was still at the wishing well–she hadn’t even walked away yet. There’s no way to explain this other than magic, so this iconic meet-cute earns a perfect 10.
Belle and Beast
Belle meets the Beast
This was one very unlikely meeting, so unlikely that Mrs. Potts sings a song about how these two were “barely even friends.” However, that song is called “Tale as Old as Time” for a reason: though these two didn’t start out on the best terms (you know, the part where Beast captured her father and all), love sneaked up on them anyway. We’ll call their meet-cute less magical, maybe a 5, but we all know how “happily ever after” their story ends up.
Jasmine and Aladdin
Jasmine in the marketplace Aladdin and Abu
Jasmine was pretty lucky to have Aladdin come to her rescue on the streets of Agrabah. Aladdin was also lucky to have a good reason to go up to the pretty-eyed girl at the marketplace to, ya know, save her from getting in big trouble for stealing an apple. Hijinks ensue, allowing Aladdin to show off his “street rat” skills to impress the Princess in disguise. The whole thing was pretty magical, we’ll say a solid 7 out of 10.
Aurora and Prince Phillip
Princess Aurora in the woods Sleeping Beauty
Princess Aurora and Prince Phillip Sleeping Beauty
Sleeping Beauty woodland creatures
This must have been a weird one for Prince Phillip. He was riding through the woods with his pal horse, when suddenly he sees a beautiful girl dancing and singing with a group of woodland creatures who have systematically arranged themselves into a human form dressed in HIS boots, cap, and cape. Luckily, Phillip is a bit of a romantic and decides to cut in with Briar Rose, AKA Princess Aurora who he is already betrothed to. Pretty magical, 9/10.
Posted February 19, 2013 at 1:00 pm
Tagged as: 

Monday, February 18, 2013

Sikap rendah hati

Re: [alumni_bppn] Sikap rendah hati
Posted By: Thu Feb 14, 2013 3:59 am  |
Thank you Pak Dwika.

Kebetulan saya bekerja di Sinarmas Group, di PT. Smart Tbk. Memang benar yg disampaikan oleh article ini. :-)

Best Regards,
Fonny Julia



From: Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@...>
To: dwika@...
Sent: Wednesday, February 13, 2013 6:03 PM
Subject: [alumni_bppn] Sikap rendah hati

 
Produk Anda mampu menjadi empat besar dunia bukan hanya karena teknologi yang sangat maju, bukan pula sekadar kreasi yang sangat tinggi, melainkan karena sikap rendah hati, tidak merasa lebih dari produsen lain. 
I Care About You,
Dwika





Sikap rendah hati
Sumber : http://klickajadeh.blogspot.com/

Eka Tjipta Widjaja
Ungkapan ini kerap digunakan para usahawan generasi pertama Indonesia. Bagi mereka, terutama yang merintis usaha dari titik nol, kesombongan itu sungguh celaka. "Engkau ingin berbisnis tetapi sombong? Ha-ha-ha-ha, sudah, pulang tidur saja, engkau tidak berbakat bisnis," ucap usahawan besar Eka Tjipta Widjaja ketika masih berada di panggung bisnis internasional, beberapa waktu lalu.

Eka, pendiri sekaligus generasi pertama Grup Sinar Mas, menyadari betul bahwa seorang usahawan memang harus punya sikap, jujur, dan reputasi tinggi. Namun, hukum bisnis yang sangat keras adalah pengusaha dilarang sombong. Untuk memberi gambaran riil, ia menyatakan, sombong,apalagi sok tahuhanya akan mencelakakan si pengusaha.
Eka menuturkan, ia pernah menemukan seorang usahawan "baru berkembang" mengajari seorang usahawan besar tentang strategi bisnis dan arah bisnis ke depan. "Saya diam saja, dan usahawan yang diajari itu juga diam saja. Maklum, ia sangat rendah hati. Namun, saya terkesima, mengapa anak muda itu memiliki perangai seperti itu. Saya bergegas pergi dan membatin, apa tidak salah ya.

Ada anak ayam hendak mengajari burung garuda terbang?"

Kepada anak dan cucunya, Eka suka menekankan peristiwa ini sebagai contoh, "Jangan coba-coba sombong kalau ingin menjadi pebisnis hebat." Sombong atau bangga yang berlebihan hanya akan menjauhkan usahawan dari rezeki. Pelanggan, konsumen, atau klien akan menjauh. Mereka akan mencari usahawan yang lebih enak diajak bekerja sama, lebih asyik dijadikan mitra bisnis.

Sinar Mas tidak main-main dengan impiannya menjadi perusahaan besar dunia. Dua produknya, minyak sawit mentah (CPO) dan bubur kertas (pulp and paper), masuk elite dunia. Hal yang menarik, raksasa bisnis ini tetap rendah hati. Mereka tahu bahwa para rival terus mengejar mereka, kalau perlu mendahului mereka. Oleh karena itu, perusahaan tersebut tidak pernah berhenti berkreasi.

Usahawan properti Trihatma Kusuma Haliman juga menekankan pentingnya rendah hati. "Hochmut kommt vor dem fall (kesombongan datang mendahului kejatuhan)," ujar Trihatma, pekan lalu. Ungkapan Jerman ini kerap diajarkan kepada anak-anak Jerman agar tidak berlebihan. Rendah hati tidak menyurutkan gengsi dan reputasi. Justru rendah hati membuat seorang usahawan dipandang amat tinggi oleh usahawan lain.

Urusan rendah hati ini "hanya" satu unsur kecil dari begitu banyak formula dalam berbisnis. Untuk menjadi pebisnis besar, seorang saudagar tidak hanya dituntut harus rajin, ulet tiada tara, sabar, atau reputasi, tetapi juga cerdas melihat peluang, visi bisnis yang jauh ke depan, kreasi, dan inovasi tiada henti. Bill Gates ataupun Steve Jobs, sekadar menyebut contoh, dipandang amat tinggi karena selalu berlari jauh lebih cepat dibandingkan para kompetitornya. Mereka tidak sekadar satu langkah di depan kompetitor, tetapi dua sampai tiga langkah.

Banyak contoh lain tentang aspek ini. Samsung kini menjadi raksasa produk elektronik dunia, meninggalkan Sony. Adapun produk Korea lainnya, Hyundai, kini menjadi produsen mobil keempat besar di dunia. Bayangkan, tujuh tahun silam siapa yang memandang Hyundai? Namun, kini produk raksasa ini menyusup jauh ke pedalaman raksasa-raksasa ekonomi dunia. Suka tidak suka, harus diakui, Hyundai sukses menerobos panggung elite otomotif dunia. Mereka unggul atas produsen mobil Italia, Inggris, Swedia, dan Perancis. Hyundai hanya kalah dari produsen Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman.

Mukiat, salah seorang eksekutif Hyundai Indonesia, menyatakan, produk tersebut mampu menjadi empat besar dunia bukan hanya karena teknologi yang sangat maju, bukan pula sekadar kreasi yang sangat tinggi, melainkan karena sikap rendah hati, tidak merasa lebih dari produsen lain. Para eksekutif papan atas Hyundai tidak pernah merasa puas.

Seorang eksekutif otomotif di Jakarta menyatakan, jangan pernah lengah. Lihat bagaimana nasib Nokia. Produk telepon genggam asal Finlandia itu demikian gagah perkasa, seolah tak ada yang mampu mengejarnya. Namun, ketika datang Blackberry, Nokia langsung terpengaruh. (Abun Sanda)

Kesabaran

RE: [alumni_bppn] Kesabaran
Posted By: Sat Feb 16, 2013 7:51 pm  |
tks untuk pencerahannya salam http://alamatemail.net/?id=pudjir


To: ime-alumni@yahoogroups.com
From: dwikasudrajat@...
Date: Sat, 16 Feb 2013 00:18:24 -0800
Subject: [alumni_bppn] Kesabaran

 
Semakin anda bersabar, semakin mudah hal-hal di sekeliling anda. Kesabaran sama seperti otot yang anda bangun selama bertahun-tahun.
I Care About You,
Dwika


7 Pemikiran Tentang Kesabaran yang Tak Lekang Waktu

by admin akuinginsukses.com
kesabaran
“Tuhan menganugerahi kejeniusan tanpa kesabaran bagi seseorang, dan kesabaran bagi orang lain tanpa kejeniusan. Prestasi yang bisa diraih oleh gabungan kedua hal tersebut seringkali mengejutkan.”
- Walter C. Klein -
”Kesabaran merupakan mitra kebijakan.”
- St. Augustine -
“Jika saya berhasil membuat sebuah penemuan yang berharga, hal tersebut lebih merupakan hasil kesabaran saya dibandingkan dengan keahlian lain yang saya miliki.”
- Sir Isaac Newton -
Salah satu keahlian paling membantu yang dapat dimiliki oleh seseorang jika ia ingin bertumbuh adalah kesabaran. Kesabaran dan keuletan dapat membantu anda melalui semua tantangan.
Namun mengapa rasanya sulit untuk menjadi sabar? Dan bagaimana kesabaran dapat membantu anda dalam kehidupan?
Berikut merupakan tujuh pemikiran yang tak lekang waktu yang mungkin dapat membantu anda menjawab pertanyaan diatas.

1. Pemahaman Sosial Dapat Menghalangi Langkah Anda.

“Bagaimana masyarakat yang ada saat ini, dengan segala hal yang serba instan, dapat mengajarkan kesabaran pada para kaum muda?”
- Paul Sweeney -
Segala hal bergerak dengan sangat cepat dalam masyarakat saat ini. Segala hal yang bersifat instan sudah tertanam dalam pikiran banyak orang.
Saya tidak mengutarakan hal ini untuk menentang keadaan masyarakat saat ini. Saya mengatakan hal ini untuk memberikan sedikit penjelasan mengenai mengapa kesabaran sulit untuk dipahami dan digunakan untuk keuntungan anda.
Pemahaman sosial tidak terlalu memperhitungkan kesabaran. Tuntutan masyarakat saat ini adalah untuk melakukan sesuatu dengan segera. Dan setelah terbiasa dengan cara tersebut, anda mungkin ingin memiliki banyak hal dengan segera. Sehingga pemikiran mengenai kesabaran mungkin sedikit.. aneh.

2. Anda Akan Memperolehnya Dengan Kesabaran.

”Ia yang memiliki kesabaran, dapat memiliki apa yang ia inginkan.”
- Benjamin Franklin -
Pemikiran ini mungkin tidak begitu populer diantara orang-orang. Mereka mungkin tidak ingin mendengarnya. Namun hal inilah yang dilakukan oleh orang-orang sukses. Mereka bersabar.
Mungkin sebagian orang menganggap kesuksesan tersebut merupakan buah dari bakat besar yang mereka miliki. Bakat mungkin merupakan penyebabnya. Namun orang-orang mungkin tidak melihat kerja keras yang mereka lalui selama bertahun-tahun sebelum mereka mencapai kesuksesan. Atau mereka memilih untuk tidak melihat sisi lain tersebut dan merasionalisasi hal tersebut menjadi “bakat”. Sehingga mereka tidak harus memikirkan fakta bahwa mereka memiliki peluang untuk bekerja keras untuk mencapai kesuksesan tersebut. Bahkan peluang untuk mewujudkan impian yang mereka miliki saat ini.
Akan lebih mudah bagi sebagian orang untuk menyimpulkannya sebagai bakat, dan tetap memimpikan keberhasilan yang serba instan.

3. Jangan Menyerah.

”Kesabaran sangatlah penting; seseorang tidak bisa segera memanen lahan yang ia baru tanam.”
- Soren Kierkegaard -
“Bukan karena saya pintar, namun karena saya menghadapi masalah lebih lama.”
- Albert Einstein -
Karena masyarakat meminta kita untuk menemukan cara tercepat dalam melakukan sesuatu, maka sangatlah mudah bagi kita untuk menyerah setelah anda mengalami kegagalan hingga 5 kali. Hal tersebut sangatlah wajar, namun apa yang terjadi jika seseorang terus berusaha? Dan untuk setiap kegagalan orang tersebut semakin memperoleh lebih banyak keahlian untuk mengatasi masalah tersebut?
Saya berpendapat bahwa orang-orang membuat kesalahan dengan menyerah terlalu cepat. Pikiran anda mungkin memiliki kerangka waktu untuk mencapai kesuksesan. Kerangka semacam ini mungkin tidak berhubungan dengan kerangka berpikir anda dalam dunia nyata.
Cukup berguna jika anda melepaskan diri sejenak dari perspektif yang diiklankan dan membiarkan kenyataan meresap ke dalam pikiran anda. Belajarlah dari orang-orang yang telah mencapai tujuan yang anda inginkan. Ajak mereka bicara, bacalah apa yang mereka katakan dalam buku atau melalui internet. Hal ini tidak akan memberikan rencana secara utuh namun dapat memberikan anda perspektif yang diperlukan untuk mencapai tujuan anda.
Bukan berarti anda tidak pernah berhenti, namun hal semacam ini akan membantu anda bertahan anda lebih lama.
Dan hal ini juga bukan berarti anda harus melakukan hal yang sama berulang kali. Sebaiknya anda melakukan kerjanya dan memperoleh pengalaman. Ambil pelajaran dari apa yang bisa anda pelajari dari kehidupan nyata. Lalu ubahlah tindakan anda dan cobalah lagi.

4. Bersabar Memberikan Anda Keuntungan.

”Keunggulan yang diterima oleh orang lain dibandingkan dengan orang lain adalah tetap menjaga diri untuk tetap tenang dan memegang kendali dalam setiap keadaan.”
- Thomas Jefferson -
Sementara orang lain kehilangan kendali, anda bisa tetap tenang dan bersabar. Sementara orang lain menyerah setelah mencoba beberapa kali, anda terus mencoba. Sementara orang lain berlarian mencari solusi tercepat bagi masalah mereka, anda tetap bertahan di jalur anda.

5. Kesabaran Merupakan Bentuk Proteksi.

”Kesabaran merupakan perlindungan dari kesalahan sama halnya seperti pakaian melindungi anda dari rasa dingin. Jika anda mengenakan lebih banyak baju ketika udara semakin dingin, rasa dingin tidak akan memiliki pengaruh terhadap anda. Jika anda menumbuhkan rasa sabar dalam diri anda ketika anda melakukan kesalahan, kesalahan tersebut tidak akan berdampak apapun pada diri anda.”
- Leonardo Da Vinci -
Poin ini sangat bermanfaat bagi anda. Dengan kesabaran, kesalahan atau kegagalan tidak akan berakhir seperti akhir dunia. Kegagalan tidak lagi memiliki kekuatan emosional atas diri anda hingga membuat anda menyerah. Jika anda tetap mengerjakan apa yang anda yakini dan terus menyesuaikan cara anda melakukan sesuatu maka kehidupan anda akan membaik.

6. Bangunlah Kesabaran.

”Kesabaran tidak dapat diperoleh dalam waktu semalam. Membangun kesabaran sama halnya dengan membangun otot. Setiap hari anda harus mengusahakannya.”
- Eknath Easwaran -
”Kita tidak akan pernah belajar menjadi berani dan sabar jika hanya ada sukacita di dunia ini.”
- Helen Keller -
Semakin anda bersabar, semakin mudah hal-hal di sekeliling anda. Kesabaran sama seperti otot yang anda bangun selama bertahun-tahun.
Seperti yang dikatakan Keller, kehidupan dapat mengajarkan anda menjadi lebih sabar. Dalam masa-masa sulit kadang anda tidak memiliki pilihan lain selain untuk bersabar. Masa-masa inilah yang akan memperkuat kesabaran anda.
Ketika kita muda kita memperoleh hal-hal yang kita inginkan dengan mudah dari orang tua dan orang dewasa lain. Ketika beranjak dewasa kita balajar bahwa orang-orang tidak memberikan semua yang kita inginkan. Jika kita menginginkan sesuatu kita harus belajar untuk bersabar.
Jika tidak, maka kita akan terperangkap dalam situasi dimana kita mengambil hal-hal tidak sesuai dengan keinginan anda. Hal ini bisa menimbulkan rasa ketidakpuasan dalam diri anda.

7. Bersabarlah Dengan Diri Anda Sendiri.

“Bersabarlah dalam segala hal, namun yang terpenting adalah bersabar terhadap diri anda sendiri. Jangan sampai keberanian anda hilang karena anda menyadari ketidaksempurnaan anda, sebaliknya berpikirlah untuk memperbaikinya – setiap hari mulailah dengan baru.”
- St. Francis de Sales -
Hal ini sangatlah penting untuk anda ingat jika anda dalam tahap mengembangkan kepribadian serta kehidupan anda. Karena hal-hal mungkin tidak selalu sesuai dengan apa yang anda inginkan. Anda akan mengalami kegagalan, anda akan menyerah karena merasa takut, anda akan melakukan hal-hal yang anda tahu seharusnya tidak anda lakukan.
Jangan menjatuhkan diri anda sendiri atau menyerah. Bersabarlah dengan diri anda sendiri. Dan cobalah lagi keesokan harinya.

Aktualisasi diri

Re: [alumni_ftui] Aktualisasi diri
Posted By: Thu Oct 18, 2012 6:14 pm  |
Alhamdulillah syukur bung Dwika atas kiriman tausyiahnya yang sangat bermanfaat.....
Semoga sukses dan bahagia bersama keluarga.

Salam,
Satrio Wibowo S77

2012/10/17 Dwika Sudrajat <dwikasudrajat@...>
 
Ketika Anda memberikan sesuatu kepada orang lain secara rela dan semata-mata ingin menolongnya. 
Anda akan merasakan ketenteraman dan kebahagiaan dalam waktu yang lama.
I Care Abou You,
Dwika



Rahasia Meraih Sukses Tanpa Henti (VI)PDFPrintE-mail
http://www.fiqhislam.com

Rahasia Meraih
Sukses Tanpa Henti (VI)Sukses Adalah Mampu Memberikan Manfaat Bagi Orang Lain

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam,” (QS. 21 : 107).
Jika perbuatan Anda selalu memberikan manfaat bagi orang lain berarti hidup Anda telah sukses. Semakin banyak manfaat yang Anda berikan kepada orang lain berarti semakin sukses Anda.
Sebaliknya, ketika Anda berbuat hanya untuk kepentingan diri sendiri berarti Anda telah gagal dalam hidup. Semakin banyak perbuatan yang Anda lakukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, bahkan orang lain merasa dirugikan atau merasakan keburukan dari perbuatan Anda, maka semakin gagal hidup Anda.
Banyamin Disraeli pernah berkata, “Kita dilahirkan untuk mencintai sesama. Itulah prinsip keberadaan kita di dunia ini dan tujuan satu-satunya." Mencintai sesama dalam arti memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain, seperti yang dikatakan Denis Diderot, “orang yang paling bahagia adalah mereka yang memberikan kebahagiaan terbesar kepada orang lain.” Atau seperti yang dikatakan Kahlil Gibran, “Anda hanya memberikan sedikit pada saat Anda memberikan apa yang menjadi milik Anda. Pada saat Anda memberikan diri Anda sepenuhnya barulah Anda benar-benar memberi.”

Arti Hidup : Memberikan Manfaat bagi Orang Lain
Pernahkan Anda merenungkan mengapa Anda ada di dunia ini? Pertanyaan ini mungkin membutuhkan jawaban filosofis yang njelimet, tapi singkatnya Anda ada di dunia ini untuk menjalankan misi menolong atau membantu orang lain. Anda ada di dunia ini untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.
Itulah yang dapat Anda simpulkan dari pemikiran para filsuf dan orang-orang bijak. Juga dari apa yang dapat disimpulkan dari sabda para nabi. Seperti yang dikatakan Albert Schweitzer, “Tujuan hidup seseorang adalah untuk melayani, dan menunjukkan belas kasihan dan keinginan untuk menolong orang lain." Entertainer Danny Thomas pernah berkata, “Kita semua terlahir dengan satu tujuan, tetapi kita semua tidak menemukan apa tujuan itu. Kesuksesan dalam hidup tidak berlaku dengan apa yang Anda dapatkan dalam hidup itu atau yang Anda hasilkan bagi diri Anda sendiri. Kesuksesan adalah apa yang Anda lakukan untuk orang lain."
Sayyid Quthb di akhir hidupnya memberikan wejangan yang berharga untuk kita. Ia berkata, “Kebahagiaan yang sesungguhnya saya rasakan bukan terjadi ketika saya menerima sesuatu dari orang lain, tapi ketika saya memberikan sesuatu kepada orang lain.” Nabi Muhammad dengan tegas menyebutkan apa definisi orang baik, “Yang terbaik diantara kamu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain."
Jika Anda renungkan tujuan hidup ini, Anda juga akan sampai pada kesimpulan serupa. Anda baru dapat dikatakan hidup dalam arti sebenarnya jika telah memberikan manfaat bagi orang lain. Cobalah Anda buktikan sendiri mana yang paling membahagiakan Anda: ketika Anda menerima atau ketika Anda memberi sesuatu kepada orang lain? Mungkin pada saat pertama, Anda merasa senang dan gembira jika ada orang memberikan sesuatu kepada Anda. Apalagi bila sesuatu itu Anda butuhkan atau Anda anggap tinggi nilainya.
Namun kegembiraan itu akan berkurang seiiring dengan berjalannya waktu. Bandingkan dengan ketika Anda memberikan sesuatu kepada orang lain secara rela dan semata-mata ingin menolongnya. Anda akan merasakan ketenteraman dan kebahagiaan dalam waktu yang lama. Anda merasa puas karena telah menjadi orang yang berguna bagi orang lain seperti yang dikatakan Mahatma Gandhi, “Kebahagiaan tergantung pada apa yang Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh.” Perasaan inilah yang disebut dengan aktualisasi diri (self actualization). Suatu kebutuhan manusia yang menurut Abraham Maslow berada pada tingkat tertinggi. Kebutuhan untuk menunjukkan pada diri sendiri bahwa “Saya mampu menyumbangkan sesuatu bagi orang lain."

Aktualiasasi Diri : Kebutuhan Tertinggi Manusia
Pada saat kapan Anda merasa sangat sedih? Pasti Anda akan menjawab, “Saya merasa sangat sedih jika orang lain tidak peduli dengan saya. Apalagi jika orang itu adalah orang yang saya cintai”. Seorang alim pernah berkata, “Sakit hati yang paling besar datang dari orang yang paling kita cintai”. Perasaan sedih dan sakit hati muncul ketika Anda merasa tidak diperhatikan orang lain, terutama oleh orang-orang terdekat dan Anda kasihi. Ini adalah perasaan yang wajar karena pada saat itu harga diri Anda merasa terusik. Anda merasa dianggap tidak penting oleh orang lain. Anda merasa tidak berguna bagi orang lain. Eksistensi (keberadaan) Anda menjadi sia-sia di hadapan orang lain. Perasaan inilah yang menimbulkan kesedihan dan sakit hati yang mendalam.

Aktualisasi diri adalah lawan dari perasaan tidak berguna di hadapan orang lain. Aktualisasi diri adalah perasaan bahwa Anda telah berhasil mengembangkan potensi Anda sedemikian rupa sehingga Anda merasa bermanfaat bagi orang lain. Seperti yang pernah dikatakan Victor Hugo, “Kebahagiaan terbesar di dunia ialah merasa yakin kita dicintai orang lain."
Abraham Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan manusia bertingkat-tingkat. Dimulai dari kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan dan yang paling tinggi kebutuhan aktualisasi diri. Menurut Maslow, dalam perjalanan hidupnya manusia berusaha untuk mencapai kebutuhan yang tertinggi, yaitu aktualisasi diri. Pada saat kebutuhan ini terpenuhi manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan yang terbesar.
Ketika Anda merasa menjadi orang yang berguna bagi orang lain, Anda telah memenuhi kebutuhan aktualisasi diri tersebut. Semakin besar manfaat yang Anda berikan bagi orang lain, maka semakin besar kebutuhan aktualisasi diri Anda yang terpenuhi. Pada saat itu Anda akan merasakan kebahagiaan sesungguhnya. Anda telah menjadi orang yang sukses.
Jadi, sukses sejati terjadi ketika Anda telah berbuat sesuatu yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain. Sebaliknya, jika Anda melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi orang lain, bahkan merugikan banyak orang sehingga dianggap ‘musuh masyarakat’ oleh orang lain, berarti Anda gagal memperoleh sukses yang sesungguhnya. Walaupun pada saat itu Anda kaya, tenar atau memiliki jabatan yang tinggi.

Bahaya Mementingkan Diri Sendiri
Sikap yang selalu memberikan manfaat bagi orang lain akan sulit dibangun jika Anda masih berpikir dalam ‘ruang’ kepentingan diri sendiri. ‘Ruang’ ini dibangun oleh hawa nafsu yang mengental dalam diri seseorang. Hawa nafsu selalu mengajak diri untuk mementingkan kesenangan sesaat yang seringkali berwujud materi (sesuatu yang dapat dilihat atau dirasakan). Hawa nafsu tak pernah mampu menangkap hakikat atau hikmah dari suatu peristiwa. Ia terpaku pada pandangan sempit tentang peristiwa sebatas apa yang dapat ditangkap oleh panca indera. Itulah sebabnya ajaran agama atau nilai-nilai filsafat yang luhur selalu mengajarkan kita untuk melepaskan hegemoni hawa nafsu. Hal ini agar kita bisa ‘melihat’ dunia secara lebih jelas dan utuh.
Salah satu ‘pandangan’ yang akan terhalang akibat dominannya hawa nafsu adalah sulitnya seseorang memahami bahwa memberikan manfaat bagi orang lain berarti melepaskan diri dari kepentingan pribadi. Dengan kata lain, menjadi orang yang selalu berpikir dan berbuat untuk kepentingan orang lain. Menjadi orang yang selalu melayani orang lain. Dalam arti membantu, menolong, melindungi dan menghibur orang lain dalam batas-batas yang dibenarkan agama dan norma yang berlaku. Dan hal ini hanya bisa dilakukan jika seseorang berani membuang egonya untuk ‘melebur’ dengan kepentingan orang lain. Inilah yang disebut dengan empati.

Lagi pula mementingkan diri sendiri memiliki berbagai dampak yang berbahaya, antara lain :
1. Memiliki banyak musuh
Orang yang mementingkan diri sendiri biasanya memiliki banyak musuh. Hal ini karena ia tak peduli dengan kepentingan orang lain. Ia malah sering memanfaatkan orang lain demi kepentingannya sendiri. Disadari atau tidak, ia sering menyakiti orang lain. Sebagian orang yang disakiti itu mungkin akan membalas perbuatannya yang egois. Namun sayangnya, orang yang egois seringkali tidak menyadari betapa banyak musuh-musuhnya. Ia baru menyadari ketika kesulitan datang kepadanya dan ternyata tak banyak orang yang mau membantunya.
2. Citra dirinya menjadi buruk
Orang yang egois mempunyai citra buruk di masyarakat. Banyak orang yang tidak mau bergaul dengan mereka yang egois. Perlahan tapi pasti, orang yang egois akan terkucil dari pergaulan. Temannya hanya itu-itu saja. Padahal salah satu syarat untuk berhasil meraih apa yang diinginkan adalah memiliki pergaulan yang luas.
3. Sering merasa kecewa dan sakit hati terus menerus
Orang yang mementingkan diri sendiri akan selalu gelisah dan sakit hati terus menerus. Hal ini karena ia merasa orang lain tidak memahami kepentingan dirinya. Ia menuntut agar orang lain memahami dirinya. Padahal ia sendiri tak mau memahami orang lain. Akhirnya, ia sering merasa kecewa ketika berinteraksi dengan orang lain. Orang lain dipandangnya sering menyakiti hatinya karena kepentingannya tak pernah dituruti. Dan ini makin membuat ia semakin egois karena merasa tak ada 'orang yang baik’ di dunia ini, yaitu orang yang mau memenuhi kepentingannya.
4. Menyesal di masa tua dan rugi di akhirat
Seringkali orang yang egois tidak menyadari keegoisannya. Ia terlalu sibuk mengejar kenikmatan untuk dirinya sendiri, sehingga tak sempat mengevaluasi dirinya. Setelah nanti badannya semakin lemah, hartanya semakin berkurang, populeritasnya menurun atau jabatannya hilang, ia baru menyadarinya.
Orang-orang yang tadinya mengelilingnya karena mengharapkan harta, popularitas atau jabatanya satu persatu akan pergi menjauhinya. Biasanya hal ini terjadi ketika usianya telah lanjut, sehingga masa tuanya dihabiskan dalam kondisi terkucil. Hanya penyesalan yang akhirnya di dapat. Ia tak sempat lagi beramal untuk orang lain. Ia akan merugi di akhirat kelak karena waktunya habis untuk mementingkan diri sendiri, bukan yang seharusnya ia lakukan yaitu memberikan manfaat bagi orang lain.