Search This Blog

Friday, April 27, 2012

Sedini mungkin


Rencanaka keuangan sejak dini.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan investasi? Jawabannya adalah “kemarin” (sedini mungkin). 
be well,
Dwika





8
Seringkali ketika saya bertemu dengan rekan-rekan kerja atau komunitas suatu ada acara, saya selalu mendapat keluhan.
“Wah biaya pendidikan saat ini naiknya gila-gilaan ya..”
Ternyata bila kita sadari bahwa sejak tahun 90′an kenaikan biaya pendidikan di negara kita memang cukup tinggi.
Dari hasil survey saya lakukan untuk 3 tahun terakhir ini memang untuk biaya pendidikan swasta kenaikannya cukup tinggi. Kenaikan Uang Pangkal saja bisa sampai 15% per tahun, sedangkan kenaikan SPP bulanan bisa sampai 10% pertahun.
Bahkan untuk sekolah-sekolah swasta tertentu kenaikannya bisa lebih dari 20% pertahun baik uang pangkal maupun SPP bulanan.
Ada beberapa cara kita untuk merencanakan dana pendidikan anak yang terus melambung tinggi ini, diantaranya adalah dengan:
1. Tabungan atau Deposito
2. Asuransi Pendidikan
3. Investasi
Kita sudah mendapatkan data inflasi pendidikan adalah 15% pertahun, maka untuk mendapatkan hasil yang baik maka perlu hasil yang melebihi inflasi.
Salah satu caranya adalah dengan investasi dengan hasil yang melebihi 15% pertahun.
Instrumen investasi bisa berupa properti, saham, reksa dana, ataupun logam mulia.
Pada kali ini saya akan sharing kepada rekan-rekan bagaimana merencanakan pendidikan dengan logam mulia.
Sesuai dengan artikel saya “Kapan Sebaiknya saya membeli emas atau Logam Mulia”
https://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/09/04/kapan-sebaiknya-saya-membeli-emas-atau-logam-mulia/
Pada artikel tersebut saya mendapatkan perhitungan bahwa kenaikan logam mulia selama 10 tahun terakhir adalah 20,5%.
Dengan begitu dapat kita gunakan emas atau logam mulia sebagai alat investasi untuk membuat dana pendidikan.
Berikut percakapan saya dengan rekan saya yang kebetulan berprofesi sebagai dokter spesialis
Pandji : Gimana Dok, Dokter sekarang seorang Dokter Spesialis sedang istri adalah dokter gigi spesialis. Apakah ada keinginan untuk kedua anak dokter nanti untuk meneruskan jejak ayah dan ibu nya sebagai dokter?
Dokter : iya sih saya berniat untuk mengarahkan dua anak saya untuk menjadi dokter,satu jadi dokter umum dan satu lagi menjadi dokter gigi.
Tapi melihat biaya pendidikan dokter yang sangat tinggi saat ini, saya saat ini tidak berani untuk bermimpi untuk meyekolahkan mereka ke kedokteran.
Bayangkan saja pendidikan dokter saat ini yang swasta minimal membutuhkan dana sebesar 100 juta rupiah. Gimana nanti kalo 8 atau 13 tahun lagi biaya pendidikan dokter itu… Mungkin bisa 1 milyar.
Coba kita hitung ya jika biaya pendidikan dokter saat ini 100 juta akan menjadi berapa 8 tahun dan 13 tahun lagi.
Pendidikan 8 tahun lagi = 100 juta X (1.15)8
= 305.902.286
Pendidikan 13 tahun lagi      = 100juta X (1.15)13
= 615.278.762
Ya untuk keduanya bisa jadi 1 milyar.
Pandji : Tenang Dok, kita masih punya waktu untuk membiayai pendidikan itu dengan investasi.
Kita coba saja dengan logam mulia Dok.. Tapi sekali lagi investasi mempunyai risiko Dok.. Gak selamanya investasi untung terus.. Bisa juga rugi..
Tapi bila dengan logam mulia ini sangat cocok dengan person yang mempunyai profil risiko konservatif. Yaitu person yang tipenya tidak suka mengambil risiko dan selalu ingin melindungi nilai pokok ivestasi-nya.
Dokter : Ayo deh coba kamu buatkan perhitungan jika dengan logam mulia. Saya pingin tahu bagaimana caranya..
Pandji : Begini Dok.. Pertama dengan cara yang paling sederhana.. Kalo pada saat ini biaya pendidikan anak adalah 100juta. Maka bila saat ini (Oktober 2011) harga LM (Logam Mulia) adalah 500ribu per gram. Maka kita membutuhkan biaya sekitar 200gram LM untuk biaya pendidikan dokter.
Jumlah LM                       = 100 juta / 500 ribu per gram
= 200 gram LM
Nah kita tinggal menghitung berapa tahun yang dibutuhkan anak pertama untuk masuk ke Perguruan Tinggi.
Karena anak pertama Dokter sekarang usia 10 tahun dan dana tersebut dibutuhkan paling tidak pada saat anak berusia 18 tahun.
Maka kita buat jaga-jaga saja Dok. Kita buat Buffer dana tersebut kita kumpulkan bukan selama 8 tahun melainkan selama 7 tahun. Jadi pada saat anak ini berusia 17 tahun dananya sudah siap dan kita simpan dalam bentuk yang lebih aman seperti deposito.
Perhitungan dana pendidikan untuk anak pertama
Umur : 10 tahun
Target Pendidikan : usia 18 tahun
Jangka waktu untuk menyimpan emas : 7 tahun
200gram / 7 tahun = 28.6 gram pertahun
28.6 gram pertahun / 12 bulan = 2,4 gram per bulan.
Dengan cara menghitung yang sama untuk anak kedua adalah sbb:
Umur : 5 tahun
Target Pendidikan : usia 18 tahun
Jangka waktu untuk menyimpan emas : 12 tahun
200gram / 12 tahun = 16.67 gram pertahun
16.67 gram pertahun / 12 bulan = 1.39 gram per bulan.
Jadi untuk kebutuhan anak pertama dan kedua adalah 400 gram
Simulasi Logam Mulia untuk Dana Pendidikan
Pendidikan Anak
Jangka waktu
Total Biaya saat ini
Konversi saat ini
Total Biaya akan datang
Investasi LM
(Rp.)
LM
(Rp.)
per tahun
per bulan
Pertama
7 tahun
Rp100,000,000
200 gram
Rp305,902,286
28.6 gram
2.4 gram
Kedua
12 tahun
Rp100,000,000
200 gram
Rp615,278,762
16.7 gram
1.4 gram
Total
45.3 gram
3.8 gram
Dokter : Tapi untuk mendapatkan 400 gram bagaimana caranya, kalo dihitung dengan harga emas saat ini (oktober 2011) 400 gram dikali 500.000 = 200 juta rupiah. Saya belum ada Pak. Bagaimana solusi nya?
Pandji : Begini Dok ada 2 alternatif solusi pertama kita bisa mencicil emas itu bulanan atau kedua kita bisa mecicil emas itu di Bank Syariah..
Alternatif 1
Dengan mencicil emas bulanan adalah sbb:
Dari data anak pertama telah diketahui cicilan emas per bulan 2.4 gram LM
Dari data anak kedua cicilan emas yang dibutuhkan 1.4 gram LM per bulan.
Jadi total pembelian LM per bulan adalah 3,8 gram per bulan
Alternatif 2
Dokter bisa membeli LM 400 gram tersebut dengan cara cicilan di Bank syariah dengan uang muka 15%.
Sisanya bisa diangsur sesuai dengan kemampuan,
Contohnya bisa dengan Kepemilikan Logam Mulia BRI syariah
http://pandjiharsanto.wordpress.com/2011/08/07/kepemilikan-logam-mulia-klm-bri-syariah/
Atau bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Misalnya untuk dana pendidikan anak pertama membeli 200gram LM dengan masa cicilan selama 7 tahun.
Sedangkan untuk dana pendidikan anak kedua membeli 200gram LM dengan masa cicilan 13 tahun.
Dokter : Oke banget Pandji, kalo begitu saya akan coba solusi untuk dana pendidikan ini. Terimakasih atas saran-nya..
Pandji : sama-sama Dok.. saya senang jika saran ini bisa membantu Dokter…
Kesimpulan
Anda bisa menggunakan 2 alternatif cara pembelian LM, yang pasti untuk dana pendidikan anak pertama 200 gram harus dipenuhi dalam jangka waktu 7 tahun.
Dana pendidikan anak kedua sebesar 200gram LM dipenuhi selama jangka waktu 13 tahun.
Dengan membaginya secara rata perbulan maka akan semakin ringan besaran investasi yang harus dikeluarkan, Karena jangka waktu yang masih panjang, sedangkan jika kita menunda investasi tersebut 2 tahun atau 3 tahun ke depan maka besaran yang diinvestasikan pun semakin lebih besar dibanding dimulai sejak saat ini.
Itu sebabnya saya selalu menghimbau kepada rekan-rekan saya untuk merencanaka keuangan sejak dini.
Kapan waktu terbaik untuk melakukan investasi? Jawabannya adalah “kemarin” (sedini mungkin).
SELAMAT MERENCANAKAN DANA PENDIDIKAN..
SELAMAT BERINVESTASI..

Cobaan hidup


Semua ujian, musibah, dan cobaan hidup yang terasa menyakitkan ini memiliki peran yang sangat besar untuk kesuksesan hidup Anda. 
be well,
Dwika


Solusi Sukses, Strategi Menghadapi Masalah Hidup



Solusi Sukses

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, 

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ... 

~   Q ur'an: Alam Nasyrah: 5 - 6 ~   

Bila kesulitan hidup menerpa


"Bagaimana bila sesudah memberi dan berdoa yang saya dapat bukannya kehidupan yang lebih baik, tetapi sebaliknya, rentetan masalah bertubi-tubi?"
Bagaimana strateginya menghadapi kesulitan hidup ini?
Apa solusi sukses yang benar benar manjur agar kesuksesan hidup yang kita cari bisa kita rasakan?
Pembaca yang terhormat, saya yakin pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas juga berkelebat di benak Anda?
Terutama untuk mereka yang telah melakukan langkah-langkah memberi danmeminta seperti yang diajarkan situs ini. Bila sesudahnya mereka malah menghadapai rentetan masalah, cobaan, ujian, kesulitan hidupm penderitaan atau bahkan musibah, tentu hal ini bisa sangat membingungkan.
Selain itu ini juga bisa menimbulkan keraguan akan efektifitas sistem ini.
Untuk itu di halaman ini saya akan bahas tentang peran segala macam masalah dan cobaan hidup yang Anda alami untuk kesuksesan Anda. Serta apa solusi suksesnya.
Di akhir pelajaran ini, saya harap Anda bisa mendapatkan strategi yang tepat sebagai solusi sukses untuk menghadapi segala macam masalah, musibah dan kesulitan hidup Anda. 

Peran Kesulitan untuk Kesuksesan


Satu fenomena yang sering terjadi adalah begitu kita meniatkan tekat untuk memperbaiki kehidupan kita, kita justru mendapat hantaman masalah bertubi-tubi. Segala kesulitan hidup seakan mendadak muncul untuk mengucapkan salam kenalnya pada kita.
Bisa dipahami kalau kemudian kita merasa bingung dan ragu akan keefektifan sistem sukses total yang mengajarkan bahwa sukses itu mudah dan mungkin untuk siapa saja, bahwa solusi sukses paling manjur hanyalah dengan meminta kepada-Nya.
Saya pun dahulu mengalami seperti ini. Berusaha yakin dan terus positif tapi yang terjadi malah semua yang negatif.
Saya tidak memahami apa yang terjadi dan bahkan sempat meragukan kemujaraban solusi sukses yang satu ini, sempat meragukan janji Tuhan tentang mudahnya mencapai kehidupan yang baik.
Saya tidak mengerti pelajaran di balik semua yang terjadi, sampai bertahun tahun kemudian ketika saya membuka-buka kembali semua buku doa saya.
Saya punya puluhan buku doa dan ketika saya periksa satu persatu, saya baca dan centang item-item yang dulu saya minta, ternyata, saya temukan bahwa selama ini Tuhan telah mengabulkan banyak sekali dari semua yang saya minta.
Luar biasa, semua permintaan saya yang ribuan jumlahnya itu, hanya tinggal beberapa saja mungkin yang belum Dia berikan, sebagian besarnya sudah.
Memakai analogi biji tumbuhan, ternyata saya telah berubah, tumbuh dan mekar menjadi sekuntum bunga, tanpa saya sepenuhnya menyadarinya.
Jadi ini satu strategi yang bisa Anda lakukan bila kesedihan datang mendera.
Coba buka buku permintaan Anda untuk melihat betapa banyak yang telah diberikan-Nya tanpa Anda sadari.
Kalau yang diberikannya baru sedikit, mungkin Anda juga baru meminta sedikit saja.
Anda bisa ulang lagi membaca tentang dua solusi sukses ini bila sudah lupa.
Teruskan meminta. Meminta yang banyak.
Sinergikan meminta ini dengan memberi, memberi yang beranipula.
Juga gabungkan dengan kekuatan bersyukur dan bergembiradalam menjalani hidup Anda.
Sistem ini tidak bisa berjalan maksimal bila hanya dijalankan satu langkah satu langkah saja, tanpa digabungkan kekuatan seluruh langkahnya.
Kekuatan maksimal ada dalam sinergi semua langkah-langkahnya.
Inilah singkatnya solusi sukses paling manjur itu. Stragegi sukses yang bisa kita tempuh ketika menghadapi masalah dan musibah, segala macam cobaan dan ujian hidup.
Nah, kembali ke pertanyaan awal yang mencetuskan pelajaran ini. Berikut saya cantumkan satu email dari pembaca untuk melihat betapa miripnya pertanyaan ini dengan yang mungkin juga Anda punya.

TANYA

Setelah beberapa hari mencoba mempraktekkan saran2 mbak, Alhamdulillah saya mendapatkan ketenangan hati.
Tapi... sampai hari ini keajaiban belum juga datang, sehingga saya mulai gelisah karena harus menyelesaikan pembayaran hutang yang besar yang jatuh tempo besok hari, saya pun kehilangan ketenangan. Saya jadi panik kembali. Tapi saya coba yakinkan diri bahwa Allah pasti menolong, bahwa hari ini saya pasti dapat solusi dari permasalahan saya.
Tapi jawaban itu seolah tidak datang. Akhirnya saya menelpon teman2 saya untuk meminjam uang. Dan ironisnya tak satupun yang bisa membantu. Saya jadi putus asa lagi mbak. Akhirnya jadi bertanya2, sedekah saya yang kemarin kok ga berbalas? padahal sekarang saya sangat membutuhkannya.
Astagfirullah...saya jadi kufur begini. Saya coba ucapkan kata2 syukur untuk menetralkan perasaan, tapi hati terasa tidak nyaman, yang ada panik tak karuan. Sampai2 saya bertanya, Ya Allah di mana pertolonganmu? kenapa saat saya membutuhkan pertolongan itu Kau belum turunkan juga? Apa yang kurang? apa sedekah saya kurang banyak? atau kurang ikhlas? atau masih ada dosa yang belum terhapus? dan sederet pertanyaan pesimis lainnya.
Saya mohon saran mbak, pada saat genting seperti ini apa yang bisa dilakukan? Saya kok merasa tak ada harapan. Terima kasih.

JAWABAN & PEMBAHASAN


Bila Anda ada dalam kondisi yang sama dengan penanya di atas, lalu saya bilang pada Anda bahwa saat ini, detik ini juga, ada orang yang berada dalam kondisi lebih darurat daripada Anda saat ini, jauh jauh lebih darurat, bahkan mengancam nyawa mereka, apakah ini bisa membuat Anda merasa sedikit lebih baik?
Apakah akan membuat Anda merasa sedikit lebih tenang bila tahu bahwa detik ini ada orang yang sedang meregang nyawa dan meraung memohon pertolongan kepada-NYA namun tetap saja dia kehilangan nyawa?
Mungkin tidak ya...Tapi mudah-mudahan ini membantu Anda menempatkan masalah Anda dalam perspektif, karena ini fakta, pembaca.
Ini fakta bahwa di dunia ini kita tidak bisa menentukan seperti apa hidup kita jadinya.
Kita hanya bisa menerima, menjalani dan mencoba berkompromi dengan penciptaan yang dilakukan Tuhan, dengan cara menyuarakan apa yang kita minta.
Tetapi, hasil akhirnya semata-mata adalah kehendak-NYA.
Untuk menginspirasi, sedikit saya cerita tentang sebuah kisah nyata yang menimpa seseorang yang saya kenal.
Sekarang ini dia adalah single parent. Dia akhirnya berpisah dari suaminya satu tahun lalu setelah bersama selama 11 tahun dan punya 3 anak. Dan setelah ribuan kali pertengkaran.
Keretakan sudah terasa di tahun ke 3 pernikahan. Pertengkaran hebat berulang terjadi. Masalah yang sama atau mirip-mirip beruntun menerpa. Tetapi dia bertahan. Sepahit apapun dia bertekad untuk bertahan. Tiada henti dia meminta pada Tuhan agar diberi jalan mempertahankan rumah tangganya.
Bertahun-tahun, rupanya Tuhan telah mencoba memberi dia isyarat bahwa mungkin mereka tidak cocok bersama.
Tetapi siapa yang mau bercerai kalau bisa tidak, ya kan? Apalagi norma-norma dan harapan dalam masyarakat kita seringkali mendiktekan apa yang seharusnya kita lakukan. Jadi sering kita hidup memakai standard orang lain. (Baca pelajaran tentang hidup memakai standard orang lain, yang merupakan langkah mundur dari kesuksesan hidup ini, di sini).
Padahal sebenarnya kalau kita percaya sepenuhnya pada Tuhan, Tuhan tahu yang lebih baik untuk kita.
Ya, Tuhan tahu yang terbaik, karena itulah, kita tidak bisa memaksakan suatu bentuk jalan keluar dari semua permasalahan kita.
Tuhan sudah memberi isyarat bahwa their marriage was not working, jadi walau dia minta sampai copot tangan dan mulutnya agar dipertahankan, ya tidak bisa. Karena itu bukan solusi terbaik. 

Sekali lagi, Tuhan tahu yang terbaik. Kita tidak.


Tapi wajar kita sebagai manusia ngotot, karena tidak tahu ini.
Ibu yang saya ceritakan tadi pun, sampai detik terakhir mantan suaminya meninggalkan rumah, masih belum ikhlas dengan jalan keluar yang diberikan Tuhan. Tidak, dia tidak menginginkan solusi ini. Dia ingin rumah tangganya tetap utuh.
Dia tidak tahu bahwa ternyata satu bulan setelah dia menjalani hidup sendiri, dia mulai merasakan ketentraman hidup yang luar biasa, yang dahulu jarang bisa dia nikmati. Sebuah beban, masalah dan krisis yang dahulu sering datang menerpa diangkat Tuhan dengan dipisahkannya dia dari mantan suaminya.
Dan sekarang hanya setahun dari perpisahannya tersebut, ada begitu banyak hal baik yang terjadi padanya, yang mana hal tersebut tidak mungkin terjadi bila dia tidak mengalami pahitnya perpisahan dan harus terus berkutat dengan masalah rumah tangga yang itu-itu juga.
Poin saya adalah, kita tidak tahu seminggu, sebulan, setahun, bahkan sedetik dari sekarang apa yang akan terjadi pada kita.
Kita tidak tahu misteri masa depan itu.
Jadi kita hanya bisa meminta, lalu menerima apapun yang diberikan Tuhan pada kita, dengan penuh keyakinan bahwa itu adalah solusi terbaik.
Dalam kasus hutang seperti yang pembaca di atas (sebut saja Bapak B) alami, sepertinya jelas kalau punya hutang maka solusinya adalah dengan membayarnya.
Saya bilang sepertinya, karena itu cuma satu solusi kecil dari sekian banyak alternatif yang mungkin kita lakukan. Dan Tuhan tahu yang terbaik. 
  • Mungkin saja Tuhan tidak menghendaki Bapak B di atas bisa membayar hutangnya tepat waktu karena DIA sedang ingin mengajarkan si Bapak B sesuatu?
  • Mungkin ada pelajaran berharga dari fakta bahwa Bapak B tersebut menghadapi saat genting seperti ini?
  • Mungkin di masa depan, Bapak B itu akan diberi rejeki luar biasa dan berubah menjadi pihak yang bisa memberi hutang. Sehingga dia perlu tahu perasaan mereka yang berhutang dan tidak sanggup membayarnya tepat waktu?
Mungkin kan?
Atau mungkin Bapak B sedang dipaksa belajar bagaimana bernegosiasi dengan pihak penghutang? Dan atau-atau yang lain. Ada begitu banyak kemungkinan lain (yang tidak terbatas jumlahnya) dari peristiwa ini.
Yang jelas, solusi yang diberikan Tuhan mungkin tidak sama dengan yang kita bayangkan. Tapi bukan berarti itu bukan solusi. Kita hanya harus mampu membaca petunjuk-Nya. 

Tell a Friend 

BAGAIMANA BILA COBAAN DATANG BERTUBI-TUBI?

 Buy Now
Seringkali niatan untuk memulai sesuatu yang baru dengan cara lebih baik, justru berbuntut cobaan yang datang menerpa bertubi-tubi seolah hendak melemahkan kepercayaan dan semangat kita.
Apa yang harus dilakukan kalau begini? Apa solusi sukses yang bisa kita tempuh dan strategi menghadapi titik rendah dalam hidup kita ini?
Lengkapnya baca buku ini. Buku yang ditulis dengan bahasa sederhana, mudah dicerna dan sangat mengena dengan kehidupan kita. 

Selanjutnya, saya akan bahas tentang satu pikiran yang harus Anda hindari ketika sedang menghadapi masalah dan musibah ini, agar penderitaan Anda tidak semakin terasa berat.
Sebuah pikiran dan paradigma yang sangat lazim kita temui di masyarakat kita, yang membuat orang memandang penderitaan hidup sebagai sesuatu yang negatif dan dihindari.
Padahal masalah itu perlu, penderitaan itu berguna. Semua ujian, musibah, dan cobaan hidup yang terasa menyakitkan ini memiliki peran yang sangat besar untuk kesuksesan hidup Anda.
Karena dengan memberi Anda segala sesuatu yang tidak menyenangkan ini, ada satu tujuan besar yang Tuhan hendak capai dengan kehidupan Anda.
Dan bukan, tujuan Tuhan bukan untuk menghukum Anda atas dosa-dosa Anda. Justru pikiran semacam inilah yang harus Anda hindarkan ....
Selengkapnya baca di halaman berikut, tentang fakta bahwa kita tidak sedang dihukum Tuhan ... 
Salam Sukses Selalu, 
astuti's signature