Search This Blog

Thursday, September 1, 2011

Tindakan baru

Anda harus bersedia mengganti tindakan lama Anda dengan Tindakan baru yang lebih positif karena perubahan pikirandan lingkungan tanpa diikuti perubahan tindakan adalah sia-sia. Ubah Tindakan Anda. Anda harus mengubah tindakan Anda yang tidak efektif menjadi tindakan yang produktif.
be well,
Dwika




Berubah Itu Beresiko 

change
" ...................... NAMUN LEBIH BERISIKO JIKA TIDAK BERUBAH "
Perubahan terjadi setiap tahun, setiap hari, bahkan setiap detik. Bukan hanya itu, perubahan terjadi semakin cepat dari waktu ke waktu. Cara menghasilkan uang pada tahun 2010 tentu berbeda dengan cara menghasilkan uang pada tahun 1990. Berikut ini urutan perubahan era yang terjadi di dunia;
1.     Era Agraris
2.     Era Industri
3.     Era Informasi
4.     Era Konseptual
Sebelum tahun 1492 manusia hidup dalam suatu era yang disebut Era Agraris. Dalam era agraris, orang yang paling kaya adalah orang yang memiliki banyak peternakan dan perkebunan.  Dalam era ini manusiasepenuhnya bergantung pada sumber daya alam. Letak geografis sangat memengaruhi kehidupan manusiapada masa itu. Dalam era ini orang yang sangat kaya adalah orang  yang memiliki banyak lembu, sapi, dan tanah yang luas.
Dalam era agraris manusia dibagi menjadi 3 kasta antara lain :
  • Kasta kaya, merupakan golongan atau keturunan bangsawan dan raja.
  • Kasta menengah, merupakan golongan pedagang.
  • Kasta miskin, merupakan golongan petani dan nelayan.
Bagi mereka yang dilahirkan dalam keluarga kasta miskin, maka seumur hidup mereka akan menjadi golongan kasta miskin kecuali menikah dengan kasta kaya. Minimnya informasi dan ketiadaan teknologi membuat orang-orang dalam kasta miskin tidak dapat naik kasta menjadi kasta kaya.

Tahun 1492 saat pertama kali mesin uap ditemukan merupakan awal dari revolusi industry. Cara menghasilkankekayaan dalam era industry berbeda dengan cara menghasilkan kekayaan dalam era agraris. Dalam era industry, orang yang paling kaya adalah orang yang memiliki pendidikan tinggi. Modal yang besar menjadi penentu utama kesuksesan seseorang dalam memulai bisnis. Sekolah dengan baik, kuliah di universitas terbaik, raih nilai tertinggi, bekerjalah di perusahaan yang bagus, bekerjalah dengan baik agar dapat kenaikan gaji, dan menikmati uang pension. Itulah cara pandang orang-orang yang hidup pada era industry.
Dalam era industri IQ adalah penentu utama keberhasilan seseorang. Jika seseorang anak mendapatkan nilai A untuk mata pelajaran Matematika (terkait EQ) dan menghasilkan nilai dan untuk pelajaran kesenian (terkait EQ), maka anak tersebut dinilai sebagai anak yang pintar. Sebaliknya jika seorang anak mendapatkan nilai A untuk pelajaran kesenian dan mendapatkn nilai D untuk pelajaran Matematika, maka anak tersebut dinilai sebagai anak yang bodoh.
Berbeda dengan era sebelumnya, dalam era industri orang-orang yang merupakan kasta miskin dapat naik menjadi kasta kaya, hanya saja memerlukan waktu yang sangat lama. Hal ini terjadi karena era industry juga merupakan era vertikalisme (dari bawah ke atas), dimana orang  yang berada dikasta bawah sulit untuk merangkak naik (vertikal). Coba anda perhatikan, dalam era industri orang-orang kaya (bukan dari warisan) adalah orang-orang yang berusia 50 – 60 tahun. Tentu kita tidak ingin menjadi kaya pada usia 50 – 60 tahun, bukan ? sekarang juga anda lihat kalender yang anda miliki, jika tahun dalam kalender tersebut diatas tahun 1989, maka anda tidak perlu lagi menunggu usia 50 – 60 tahun untuk menjadi kaya !

Runtuhnya tembok Berlin di Jerman pada tahun 1989 menjadi tanda berakhirnya era industri dan awal dari era informasi. Dalam  era informasi, pendidikan yang tinggi bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan. Orang yang paling sukses dan kaya dalam era ini adalah orang yang bisa mengakses paling banyak informasi.Internet merupakan media yang paling populer dalam memberikan akses informasi tanpa batas diseluruhdunia. Dalam era ini banyak bermunculan miliarder muda dari bisnis internet. Dengan internet mereka bisamemulai bisnis tanpa memerlukan gelar akademis dan modal.
Banyak yang tidak sadar dan tidak siap dengan perubahan era ini. Mereka masih berpikir dan bertindak dengan pola yang sudah tidak berlaku di era informasi. Mereka berpikir bahwa pendidikan tinggi adalah hal terpenting yang harus dikejar. Seorang ibu masih senang memuji anak tetangga yang mendapatkan nilai A pada pelajaran Matematika, Sementara anaknya mendapatkan nilai A untuk pelajaran Kesenian. Jika anda termasuk golongan ibu seperti itu, bertobatlah karena era industri telah berakhir.
Apakah anda masih ingat mengenai 3 kasta yang ada di era agraris dan era indistri? Dalam era informasi, orang-orang yang merupakan kasta miskin, dapat menjadi kasta kaya dalam waktu yang sangat singkat. Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena proses penyebaran informasi yang begitu cepat seiring perkembangan teknologi dan internet. Dengan adanya internet, pemilik FACEBOOK bernama Mark Zuckerberg (26 tahun) yang merupakan mahasiswa drop out, telah menjadi orang paling kaya termuda didunia dengan kekayaan lebih dari Rp.10 triliun. Hal ini hanya terjadi di era informasi, karena era informasimerupakan era horizontalisme (sama rata). Di era horizontalisme, setiap kasta memiliki kesempatan yang sama (horizontal) untuk meraih kesuksesan.

Perubahan dari satu era ke era yang lain membutuhkan waktu yang makin lama makin cepat. Jika diperhatikan, perubahan dari era agraris menuju era industry memerlukan waktu sekitar 500 tahun. Namun perpindahan dariera industri menuju era informasi menjadi lebih singkat. Waktu yang di butuhkan dari perubahan era informasike era konseptual menjadi lebih cepat lagi. Saat ini kita telah memasuki era konseptual. Siapa yang tidak bisamengikuti kecepatan perubahan itu akan menjadi orang gagal.
Di era konseptual, orang yang berhasil adalah orang yang memiliki konsep yang unik, bahkan kadang agak ‘aneh’. Mereka adalah orang yang menggunakan otak kananOtak kanan adalah bagian otak yang bertanggung jawab terhadap kreativitas dan imajinasi kita. Otak kanan suka dengan hal-hal yang baru. Berbeda dengan otak kiri yang berperan di era industry yang suka dengan keteraturan, segala sesuatu yang pasti dan hal-hal yang monoton.

Gunung Kembar
Era terus berubah dan semakin cepat, namun tidak secepat kemampuan adaptasi manusia. Masih banyakanak-anak yang di lahirkan di era informasi yang masih terpola dengan era industry. Ingin bukti? Coba berikanlah sebuah buku gambar kosong kepada 1.000 anak di seluruh Indonesia. Biarkan mereka menggunakan imajinasinya dan menggambar secara bebas pada buku gambar yang sudah di berikan, Gambar apa yang mereka buat? Ternyata lebih dari 50% anak menggambar hal yang sama! Mereka menggambar 2 gunung kembar, jalan berliki, sawah, rumah petani, awan, matahari, dan 2 burung yang sedang terbang.
Dari hasil di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih terjebak oleh pola piker era industri. Mereka bisa saja menggambar sesuatu yang berbeda (selain gunungkembar), namun mereka secara tidak sadar memiliki mental black yang menghalangi mereka untuk berubahdan berpikir kreatif, Manusia selalu merasa nyaman, dan takut untuk berubah.

Kualitas bukan lagi nomor satu
Di era konseptual, kualitas bukan lagi nomor satu. Yang penting adalah Komunikasi, Siapa yang dapat mengkomunikasi idenya, dialah yang akan berhasil dan menjadi juara.
Suatu kali saya pernah makan malam di sebuah kafe di bandung, di sana suasananya sangat nyaman, pemandangan sangat indah, makanan juga sangat enak. Dan, yang paling berkesan adalah band yang menyajikan life musik malam itu. Mereka bermain dengan sangat bagus, suara musik yang merdu. Saat itu saya berpikir, “Mengapa band sebagus ini hanya menjadi band kafe?” Banyak band terkenal lain yang tidak memiliki kualitas musik sebagus itu. Seharusnya mereka bisa menjadi band yang terkenal. Pertanyaannya mengapa mereka tidak menjadi terkenal?
Inilah kenyataan yang harus dihadapi di era konseptual. Banyak hal ‘aneh’ terjadi. Band yang terkenal adalah band yang dalam lagunya justru “lupa kunci lagu” yang dinyanyikan, Kuburan Band. Begitu juga dengan penyanyi legendaries Mbah Surip dengan lirik lagu sederhana “Tak gendong ke mana- ke mana” yang diulang-ulang. Mengapa mereka bisa terkenal? Karena mereka bisa mengomunikasikan ‘musik’ mereka, bisamengomunikasikan konsep mereka. Kesimpulannya adalah kualitas bukan no.1, yang penting Anda bisamengomunikasikan konsep yang refleksikan dalam produk dan jasa Anda. Jika Anda tidak bisamengomunikasikan konsep Anda, maka Anda gagal. Apabila Anda tidak memiliki konsep untuk dikomunikasikan.
Saya katakana kualitas bukan lagi nomor satu bukan berarti kualitas sama sekali tidak penting. Kualitas tetap penting, namun tambahkan komunikasi di dalamnya, maka Anda akan mendapatkan hasil yang terbaik. Banyak burger lain yang lebih enak daripada McDonalds, namun hanya McDonalds berhasil mengombinasikan antara kualitas dan komunikasi. McDonalds tetap memperhatikan kualitas, namun kualitas bukan satu-satunya kunci kesuksesannya.

Punahnya dinosaurus
Dinosaurus bukanlah binatang yang lemah. Mereka memiliki badan besar, taring tajam dan kuat. Namun di manakah mereka sekarang? Saat ini kita hanya bisa menemukan dinosaurus di suatu tempat,  MUSEUM. Dinosaurus sudah punah. Mereka punah karena tidak dapat beradaptasi menghadapi perubahan.
Zaman telah berubah, teknologi semakin maju, Negara semakin maju. Jika kita tidak berubah, tidak ikut maju juag berarti kita semakin mundur. Mengapa? Saya beri ilustrasinya. Misalkan mobil kita sedang berhenti di lampu merah. Saat lampu sudah hijau, mobil lain mulai bergerak maju, sedangkan kita tetap dian di tempat. Maka seolah-olah kita sedang berjalan mundur.
Sama hanya dalam kehidupan kita, jika kita mengikuti perubahan, hanya diam di tempat, maka kita akan tertinggal dan lama-lama akan punah seperti dinosaurus. Kalau kita tidak ingin punah, maka harus belajar dari air.

Belajar dari air
Air adalah suatu zat yang unik, bisa berubah-ubah bentuk dan memiliki bermacam fungsi. Saat ditaruh di wadah yang berbeda, air akan berubah mengikuti wadahnya. Air bisa berubah wujud dari cair menjadi padat/es, gas/uap. Air bisa digunakan untuk memasak, mencuci, mandi, minum, dan lain-lain.
Jika kita ingin tetap eksis, kita harus belajar kemampuan adaptasi dari air. Jangan sampai kita tidak bisaberubah dan beradaptasi sehingga terpenjara di zaman purba. Kita harus dapat mengikuti perubahan. Pada saat semua orang mulai memanfaatkan teknologi, kita juga harus belajar menggunakannya. Jangan sampai kita tertinggal karena tidak bisa mengikuti perubahan yang terjadi di sekitar kita.

Siapa yang tidak ingin berubah menjadi lebih baik? Semua orang jikaditanya dengan pertanyaan ini pasti akan menjawab dia ingin berubah. Namun kenyataan berkata lain. Masih sangat banyak orang yang hanya berhenti sampai keinginan saja, tidak benar-benar mengupayakan perubahan itu. Pertanyaannya, mengapa orang inginberubah namun tetap tidak berubah? Jawabannya adalah mereka terpenjara atau terjebak dalam Zona Nyaman.
Banyak orang berpikir bahwa orang terjebak dalam zona nyaman adalah orang yang sudah memiliki segalanya. Punya rumah mewah, punya mobil banyak, uang berlimpah. Ternyata tidak demikian. Orang yang tidak punya apa-apa pun terpenjara didalam zona nyaman mereka. Cobalah anda lihat, berapa banyak orang yang memiliki gaji standar UMR (Upah Minimun Regional) bahkan kurang. Kadang gaji mereka untuk makan saja. Mereka tetap tidak berani keluar dari zona nyaman mereka. Mereka berpikir setidaknya mereka sudah memiliki gaji yang pasti. Walaupun kecil, mereka menerima gaji secara pasti. Kalau mereka mencoba mencari yang lain, semua penuh ketidakpastian. Jika mereka keluar dari pekerjaan dan berusaha sendiri, hasilnya tidak pasti. Mereka tidak berani jualan, mereka gengsi, mereka tidak ingin mengandalkan hidup dari jualan yang tidak pasti kalau mereka memiliki usaha sendiri. Mereka lebih nyaman dengan kondisi saat ini yang pas-pasan, yang penting pasti. Mereka sudah terjebak dalam zona nyaman mereka.
Agar anda tidak terjebak dalam zona nyaman, saya ingin anda mengingat dan mencatat kalimat ini, “Segala sesuatu yang kita inginkan, sesungguhnya tidak jauh, hanya saja sedikit di luar zona nyaman kita.” Anda ingin bukti? Coba lihat orang-orang yang sukses di Jakarta. Kebanyakan dari mereka adalah perantau dari luarJakarta, seperti Medan, Balikpapan, Makasar dan kota-kota lain. Para perantau meninggalkan kota yang mereka kenal, menuju kota yang asing buat mereka. Mereka keluar dari zona nyaman mereka, mereka berjuang dengan ketidaknyamanan, dan mereka sukses.

3 Langkah Berubah
Apa yang bisa anda lakukan agar dapat beradaptasi dan keluar dari zona nyaman anda? Anda 3 langkah sederhana yang bisa anda lakukan :
1.     Ubah pikiran anda
2.     Ubah lingkungan anda
3.     Ubah tindakan anda

Ubah Pikiran Anda
Segala sesuatu di ciptakan dua kali, yang pertama adalah ciptaan mental yang kedua adalah ciptaan fisik. Seorang arsitek tidak akan langsung membangun sebuah rumah tanpa terlebih dahulu membayangkan bentuk rumah. Dan menuangkan ke dalam sebuah gambar desain. Dia pertama kali akan membayangkan dulu (ciptaan mental) kemudian menuangkan dalam gambar dan baru membangun (ciptaan fisik) anda adalah apa yang anda pikirkan. Bagaimana keluarga anda, karir anda, kehidupan anda saat ini adalah buah pikiran anda pada masa lalu. Apa yang anda harapkan pada masa depan adalah apa yang anda pikirkan saat ini.  Karena itu, langkah pertama untuk berubah adalah mengubah pikiran anda. Ubah pikiran  “Yang penting Tidak Rugi”  menjadi  “Yang penting untung besar”. Daripada berpikir “Minimal balik modal” anda ganti menjadi “Harus kembali 2 kali lipat” .
Ubah Lingkungan Anda
Seorang anak muda sedang bekerja untuk mengirim sebuah minuman soda ke beberapa tempat. Sebelum menjalankan tugasnya, anak muda ini mendapatkan arahan dari bagian distribusi, Berikut arajan yang diberikan oleh kepala dari bagian distribusi, “Hai anak muda !!! Minuman soda yang akan kamu antar harganya berbeda-beda. Jika kamu mengantar ke warung harganya Rp. 12.500, jika kamu mengantar ke supermarket harganya Rp. 15.000, jika kamu mengantar ke Restoran harganya Rp. 17.500, dan jika kamu mengantar ke hotel harganya  Rp. 25.000.” mendengar arahan ini, anak muda ini langsung memberikan pertanyaan, “Kenapa harganya berbeda-beda padahal minuman sodanya sama ??” Kepala Distribusi “Harganya minuman soda ini memang berbeda-beda, bergantung pada lingkungan mana minuman ini dijual.”
Cerita tersebut adalah cerita yang sangata sederhana, namun memiliki pengertian yang mendalam. Kita adalah minuman soda itu sendiri,  berapa harga label pada diri kita bergantung pada lingkungan seperti apa yang kita tempati saat ini. Jika lingkungan anda adalah lingkungan para pemalas, maka harga label pada diri anda tidak lebih dari seorang pemalas. Jika lingkungan adalah lingkungan para pengusaha, maka harga label pada diri anda akan jauh lebih mahal disbanding lingkungan para. Berapa Harga Anda di lingkungan Anda saat ini ??

Ubah Tindakan Anda
Lingkungan yang mendukung belum tentu menjamin keberhasilan jika anda tidak mengubah Tindakan Anda. Anda harus mengubah tindakan Anda yang tidak efektif menjadi tindakan yang produktif. Anda harus bersedia mengganti tindakan lama Anda dengan Tindakan baru yang lebih positif karena perubahan pikirandan lingkungan tanpa diikuti perubahan tindakan adalah sia-sia. Karena itu, ubahlah tindakan Anda mulai dariSEKARANG.

Sumber : Bong Chandra - Unlimited Wealth

AL8580 001 201x300 Berubah Itu Beresiko

No comments:

Post a Comment