Search This Blog

Saturday, May 7, 2011

Maju ke depan

Berikan kesempatan bagi mereka untuk maju ke depan dan berkarya. Namun, kita sebagai generasi sebelumnya harus tetap memberikan dorongan dan dukungan bagi mereka.
be well,
Dwika





Connected Generation

**hasnulsuhaimi.com/
Teman-teman yang budiman, waktu terus berganti dan mungkin tanpa kita sadari telah tumbuh generasi di bawah kita yang akan semakin menunjukkan peranannya. Kali ini saya akan berbagi mengenai “connected generation” yang sedang menjadi topik hangat di kalangan pelaku marketing.
Pasar sudah berubah, seiring proses regenerasi masyarakat. Generasi-generasi sebelum sekarang — Baby Boomers, Generation X — sudah mulai menua dan meredup. Generasi yang lebih muda mulai mengambil alih. “Gen Y”, seperti yang ditulis Don Tapscott dalam buku Wikinomics; atau “C-Gen” (connected generation), seperti yang ditulis Pak Rhenald Kasali dalam bukunya Cracking Zone; atau “New Wave Generation” menurut Pak Hermawan Kertajaya adalah generasi era digital, generasi yang sangat dekat dengan teknologi informasi.
Industri teknologi tentu banyak menghasilkan perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia yang diciptakan untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, tidak sedikit pula orang yang sulit mengadopsi teknologi baru, atau bahkan menolak adanya perubahan. Youth, generasi muda, adalah kalangan yang gemar dengan segala sesuatu hal yang baru. Termasuk teknologi baru. Tidak heran jika kita melihat lebih banyak anak muda yang bermain-main dengan gadget daripada generasi yang lebih tua.

Karena pasar yang sudah berubah ini, mau tidak mau, industri juga harus berubah dalam menghadapi pasar ini. Beda generasi, tentu pendekatannya juga akan berbeda. Strategi yang digunakan untuk mendekati generasi lama, tidak akan bisa digunakan untuk mendekati generasi baru ini. Butuh pendekatan yang berbeda. Untuk itu, industri mau tidak mau harus bisa mengerti karakter generasi ini.
Tentunya generasi muda ini kebanyakan masih berusia belia. Tidak banyak yang terlibat di industri. Karena itu, menurut saya, industri itu sendiri sebaiknya mulai menyerap generasi ini agar dapat lebih bisa mengerti pasar yang memang sebagian besar potensinya adalah generasi yang sama. Diharapkan, karena berkarakter sama, karyawan “C-Gen” ini mampu mengerti keinginan pasar.
Nah, bagi saya, sekarang sudah saatnya regenerasi di industri. Saatnya generasi pendahulu mendengarkan “C-Gen” ini. Memberikan kesempatan bagi mereka untuk maju ke depan dan berkarya. Namun, kita sebagai generasi sebelumnya harus tetap memberikan dorongan dan dukungan bagi mereka.
Topik ini cukup menarik. Saya akan mencoba melanjutkannya di kesempatan berikutnya. Silahkan jika anda ingin memberikan masukan. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment