Search This Blog

Monday, May 30, 2011

Analisa kebutuhan tambahan Anda

Anda yang sukses mengejar impian mereka juga tidak pernah melupakan kenyataan bahwa kehidupan di luar pekerjaan juga harus terus berjalan. Dengan gaji dan kompensasi yang lebih kecil Anda juga tetap harus memenuhi kebutuhan dasar hidup. Jika Anda belum berkeluarga mungkin hal ini tidak terlalu jadi masalah, tetapi jika Anda memiliki anak dan istri maka cut back terhadap kebutuhan mereka juga harus dipertimbangkan. Analisa kebutuhan dasar dan tambahan Anda dan buatlah perencanaan atau budget. Jika pemasukan masih bisa memenuhi kebutuhan dasar Anda dan keluarga, maka go ahead, jangan sia-siakan kesempatan ini.
be well,
Dwika


Downgrade Karir demi Panggilan Jiwa, Mungkinkah?

by RO
Materi, status dan gengsi adalah beberapa alasan yang mendasari seorang karyawan melakoni pekerjaan yang dimilikinya sekarang. Pekerjaan tersebut mungkin saja memberikan semua yang ia inginkan dan butuhkan seperti hal di atas, tetapi bisa jadi bukan panggilan jiwa yang sesungguhnya.
Berapa banyak karyawan yang menjalani kehidupan karirnya di kantor hanya karena terdesak kebutuhan akan materi dan status bukan karena passion? Pada kenyataannya sering kali kita temui karyawan yang mengawali harinya dengan berat, terasa malas untuk melangkahkan kaki menuju kantor karena ia bekerja bukan di bidang yang diminati sepenuh hati. Dengan kata lain pekerjaan yang dimilikinya bukan panggilan jiwa sesungguhnya. Mungkin Anda adalah salah satunya. Karena itu beruntunglah mereka yang bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan kecintaannya di bidang tersebut.
Namun ketika akhirnya kesempatan itu datang dengan konsekuensi downgrade karir dan gaji apakah yang seharusnya Anda lakukan? Haruskah Anda segera menyambarnya dan meninggalkan pekerjaan yang Anda miliki saat ini? Sebelum Anda memutuskan apapun, berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan.
1. Reconfirm. Pastikan bahwa Anda masih memiliki ketertarikan besar di bidang tersebut dan banyak tahu tentang seluk beluk pekerjaan tersebut. Tidak menyentuh bidang tersebut beberapa waktu bisa saja membuat Anda ketinggalan trend perkembangan terakhir dan kehilangan sedikit ketertarikan tanpa Anda sadari. Salah catu cari untuk menkonfirmasi ulang passion Anda adalah dengan menganalisa ulang niat Anda, apakah Anda memang suka dengan bidang tersebut? Apakah ketertarikan Anda didasari hanya karena Anda tidak menyukai pekerjaan sekarang? Apakah Anda memiliki burning passion terus-menerus terhadap bidang tersebut? Apakah Anda updated dengan perkembangan di bidang tersebut?
2. How far will you go. Melakukan pekerjaan impian Anda namun belum pernah Anda coba, tetap akan membutuhkan banyak penyesuaian. Mungkin saja Anda diharuskan untuk mengikuti pelatihan untuk mengasah keterampilan Anda yang selama ini tidak terpakai. Atau menghabiskan waktu lebih lama untuk menyesuaikan dengan pekerjaan yang sama sekali baru. Passion biasanya berkaitan dengan idealisme pribadi. Apakah Anda siap untuk mengadaptasi idealisme dengan tuntutan pasar atau perusahaan? Namun, satu hal yang harus Anda yakini adalah, adaptasi terhadap lingkungan dan pekerjaan secara drastis biasanya hanya terjadi di awal masa kerja Anda. Setelah masa ini, berlalu besar kemungkinan Anda akan menikmati pekerjaan impian Anda tersebut.
3. Informasi. Information is power. Gali informasi mengenai pekerjaan baru ini; kompensasi, tunjangan, profil dan sejarah perusahaan,job description secara detail, lingkungan dan budaya kerja, tanggung jawab bahkan sampai ke hal praktis seperti lokasi kerja. Informasi yang mendetail membantu Anda untuk merencanakan dan menjalani masa transisi agar berjalan dengan lebih lancar sehingga Anda lebih cepat berkontribusi untuk perusahaan .
4. Realistis. Passion memang sebaiknya dikejar karena sudah terbukti banyak kesuksesan bermula dari mengerjakan hal yang menjadi panggilan jiwa mereka. Tetapi mereka yang sukses mengejar impian mereka juga tidak pernah melupakan kenyataan bahwa kehidupan di luar pekerjaan juga harus terus berjalan. Dengan gaji dan kompensasi yang lebih kecil Anda juga tetap harus memenuhi kebutuhan dasar hidup. Jika Anda belum berkeluarga mungkin hal ini tidak terlalu jadi masalah, tetapi jika Anda memiliki anak dan istri maka cut back terhadap kebutuhan mereka juga harus dipertimbangkan. Analisa kebutuhan dasar dan tambahan Anda dan buatlah perencanaan atau budget. Jika pemasukan masih bisa memenuhi kebutuhan dasar Anda dan keluarga, maka go ahead, jangan sia-siakan kesempatan ini.
5. Analisa prospek. Selain realistis dengan kehidupan Anda dan keluarga, dapatkan analisa mengenai prospek pekerjaan impian Anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari berbagai media, survey atau simply ask rekan atau teman yang bekerja di bidang ini. Jika bidang tersebut mempunyai masa depan yang cerah dan masih dapat berkembang nantinya maka why not? Inilah saatnya untuk mengejar impian Anda.
Remember!
Passion yang diimbangi dengan kedewasaan akan memperkuat fondasi kesuksesan Anda.
Chandra Ming 

No comments:

Post a Comment